Penugasan Kuliah minggu 2
NAMA : YOSKA OKMARINDA
NPM : 20751031
MATKUL : EKONOMI MAKRO
PRODI : AGRIBISNIS 2A
MASALAH UTAMA DALAM
PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
Masalah ekonomi
terjadi karena adanya kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya
terbatas.
Masalah
Ekonomi.
Masalah
ekonomi suatu Negara dapat dikelompokan menjadi dua masalah yaitu: masalah
jangka pendek dan masalah jangka panjang.
1. Masalah Ekonomi Jangka Pendek.
Masalah jangka
pendek sering juga disebut sebagai masalah stabilisasi. Masalah ini sangat
terkait dengan variable atau factor-faktor yang mempengaruhi perekonomian
jangka pendek seperti inflasi, pengangguran, dan ketimpangan dalam neraca
pembayaran.
Masalah jangka
pendek pada dasarnya berkaitan dengan usaha-usaha pemerintah dalam jangka
pendek, dari waktu ke waktu dapat terhindar dari masalah tingginya inflasi,
timbulnya pengangguran dan menghindari ketidakseimbangan neraca pembayaran.
2. Masalah Ekonomi Jangka Panjang
Masalah jangka panjang merupakan
masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Negara. Masalah jangka
panjang terkait dengan usaha pemerintah dalam menyelaraskan antara pertumbuhan
penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan dapat tersedianya modal untul
investasi.
Pada dasarnya masalah
perekonomian yang dihadapi oleh suatu negara adalah bagaimana dapat terhindar
dari masalah-masalah seperti: lambatnya pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan
ekonomi, timbulnya pengangguran, tingginya inflasi, dan adanya ketidakseimbangan
neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Adapun permasalahan tersebut
dijabarkan sebagai berikut:
a. Masalah
pertumbuhan ekonomi
Pertambahan potensi memproduksi
kerap kali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan
demikian perkembangan ekonomi jadi lebih lambat dari potensinya. Semakin
perbedaan pendapatan nasional potensial dengan pendapatan nasional sebenarnya
maka semakin besar pula tingkat pengangguran dalam perekonomian.
b. Masalah
ketidak stabilan kegiatan ekonomi
Kemunduran kegiatan ekonomi yang
serius akan menimbulkan masalah pengangguran, sedangkan perkembangan ekonomi
yang terlalu pesat akan menimbulkan kenaikan harga-harga atau inflasi.
c. Masalah
pengangguran
Faktor-faktor yang menimbulkan
pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat, menganggur karena ingin
mencari kerja lain yang lebih baik, perusahaan menggunakan peralatan produksi
modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja dan ketidaksesuaian di antara
ketrampilan pekerja yang sebenarnya dengan ketrampilan yang diperlukan dalam
industri-industri.
Akibat buruk pengangguran
Menimbulkan efek psikologis yang buruk ke atas diri penganggur dan keluarganya,
mengganggu taraf kesehatan, kekacauan politik dan sosial serta berdampak buruk
pada pembangunan ekonomi jangka panjang.
d. Masalah
inflasi
Faktor-faktor penyebab inflasi
Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk
menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa, pekerja-pekerja di berbagai kegiatan
ekonomi menuntut kenaikan upah.
Akibat buruk inflasi Mengurangi
investasi yang produktif, mengurangi ekspor dan menaikan impor. Kecenderungan
ini akan menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat dan
memperlambat pertumbuhan ekonomi.
e. Ketidakseimbangan
neraca pembayaran
Ketidak seimbangan di antara
ekspor impor dan aliran keluar masuk modal dapat menimbulkan masalah serius
terhadap kestabilan sesuatu perekonomian seperti pengangguran, menurunkan nilai
mata uang domestik dan masalah kompleks lainya.
Kebaikan dan keburukan
perekonomian terbuka dan efek dari defisit dalam neraca pembayaran
Bagi negara yang banyak mengekspor akan memperluas
pasar barang buatan dalam negeri dan memungkinkan perusahan-perusahan dalam
negeri mengembangkan kegiatannya. Kegiatan impor juga dapat memberi sumbangan
kepada pertumbuhan ekonomi. Industri-industri dapat mengimpor mesin-mesin dan
bahan mentah yang diperlukannya. Namun impor yang berlebihan dapat mengurangi
kegiatan ekonomi di dalam negeri, pengangguran dan menurunkan nilai mata uang
domestik.
Faktor-faktor penyebab terjadinya defisit antara
lain karena impor melebihi ekspor dan pengaliran modal yang terlalu banyak ke
luar negeri. Defisit akibat impor yang berlebih akan mengakibatkan penurunan
dalam kegiatan ekonomi dalam negeri karena konsumen menggantikan barang dalam
negeri dengan barang impor, harga valuta asing meningkat, harga barang impor
semakin mahal, mengurangi kegairahan pengusaha-pengusaha untuk melakukan
penanaman modal dan membangun kegiatan usaha yang baru, akibatnya pengangguran
dan inflasi.